Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, mendesak Presiden Barack Obama untuk menerima kesepakatan pertukaran bahan bakar nuklir, Rabu 26 Mei 2010. Ahmadinejad memperingatkan bahwa Obama akan kehilangan kesempatan historis untuk meningkatkan kerja sama dari Iran bila tawaran tersebut ditolak.
Ahmadinejad juga mengeluarkan peringatan tegas pada Rusia karena mendukung proposal pemberlakuan sanksi baru terhadap Iran. Sikap Rusia tersebut, menurut Iran, bertentangan dengan relasi baik kedua negara.
Pemerintah Amerika Serikat menganggap tawaran Iran yang dimediasi oleh Brazil dan Turki pekan lalu, sebagai siasat oleh Teheran untuk menghindari putaran baru sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait program nuklirnya yang kontroversial. Negara-negara Barat menanggap program nuklir tersebut mengarah ke pembuatan senjata nuklir.
“Ada sejumlah orang di dunia yang ingin mengadu domba Obama untuk menentang Iran dan membawanya ke jalan buntu di mana jalan menuju persahabatan dengan Iran akan diblok selamanya,” kata Ahmadinejad di Kerman, Iran.
Pekan lalu, Iran mengajukan proposal untuk mengirimkan sebagian besar uranium pengayaan rendah ke Turki untuk ditukar dengan bahan bakar nuklir yang diperlukan Iran untuk membuat reaktor penelitian medis. Pertukaran bahan bakar tersebut akan mengurangi simpanan uranium pengayaan rendah Iran yang bisa saja digunakan untuk membuat bom atom bila dilakukan pengayaan lebih tinggi terhadap uranium hingga setingkat level senjata nuklir.



adminberitaupdate Under
Tags: 




