
Ilustrasi Pertanian
Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini dari hujan ke panas terik atau sebaliknya berpengaruh pada pertanian. Sejumlah petani di Jawa Timur menyatakan, selain muncul berbagai penyakit, produktivitas tanaman padi juga menurun hingga 20 persen.
”Ratusan hektar tanaman padi rusak diserang jamur,” kata Asikin Hariyanto, pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Cabang Gresik.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kabupaten Bojonegoro Syarif Usman menyatakan, akibat cuaca tak menentu, pertumbuhan tanaman padi juga tidak bagus dan sangat lambat. Adapun banjir dan hujan lebat yang datang tiba-tiba menghanyutkan pupuk yang baru ditebar, serta merusak benih padi yang baru ditanam.
Dalam rangka mengantisipasi kerusakan tanaman padi inilah, Dinas Pertanian Jawa Timur menyiapkan tiga bibit varietas padi berumur pendek, yaitu inpari-1, situbagendit, dan dodokan.
”Mundurnya masa tanam tahun ini selama dua bulan disiasati dengan penanaman padi berumur pendek. Padi jenis inpari-1 yang ditanam di lahan basah, masa panennya cuma 108 hari atau 10 hari lebih pendek dibandingkan dengan jenis IR 64. Situbagendit dan dodokan yang ditanam di lahan kering umurnya sekitar 80 hari,” kata Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jawa Timur Achmad Nur Falakhi.
Ketua HKTI Jawa Timur Herri Suginaryo mengatakan bahwa petani tidak berdaya menghadapi cuaca yang tidak menentu. Parahnya, perlindungan pemerintah terhadap petani juga sangat lemah.
sumber: kompas ama yahoo



comment closed